Jumat, 21 Januari 2011

MENGUPAS KAROMAH DAN KHASIAT AYAT KURSI

By wongalus
 
i
 
1 Votes
Quantcast

EDI JUNAEDI
www.ramacinta.com@gmail.com
Sedikit kisah bermanfaat.
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, “Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudhu dan mengerjakan sholat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur’an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia.”
Berkata Anas bin Malik, “Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?”
Sabda Rasulullah S.A.W, ” Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jum’at.”Umat-umat dahulu hanya sedikit yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul.
Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur’an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.
Salah satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah diterangkan dalam banyak hadis.
Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan konco-konconya di samping itu kita diberi pahala.
Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur’an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur’an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, jangan ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur’an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.
Balasan Meninggalkan Shalat.
Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?”
Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”
Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.s. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam.”
Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?”
Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat.” Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”
Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka mencoba membunuh ular itu.
Apabila mereka mencoba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah SWT yang memerintahkan kepadaku supaya menyiksanya sehingga sampai hari kiamat.”
Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?”
Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :”
1.Apabila dia mendengar adzan, dia tidak mau datang untuk sembahyang berjamaah.
2.Dia tidak mau keluarkan zakat hartanya.
3.Dia tidak mau mendengar nasehat para ulama.
Maka inilah balasannya!
Ayat Kursi Menjelang Tidur
Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu berhasil ditangkapnya. “Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”
Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, caranya memang keliru. Mestinya jangan keliru. Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?” Ia mengeluh, “Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,” jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya. “Bohong dia,” kata Nabi : “Pada nanti malam ia akan datang lagi.” Karena Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap. “Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah sama seperti kemarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun :“Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.” Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Dan setelah mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : “Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.”
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik., Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri di sekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mau saja ia ditipu olehnya ? “Awas!” katanya dalam hati. “Kali ini tidak akan kuberikan ampun.”
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan.
Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya. “Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya,” pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa akhirnya pencuri itu berkata : “Lepaskan saya,akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.” “Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. “Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kurs : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuum Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang. Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi. “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya. “Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,” jawab Abu Hurairah. “Kalimat apakah itu?” tanya Nabi. Katanya : “Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaaHuwal-Hayyul Qayyuuumu…Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.” Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?” “Entahlah.” Jawab Abu Hurairah. “Itulah syaitan.”
10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya : 1.Orang lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu. 2.Orang lelaki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat. 3.Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya. 4.Orang lelaki yang melarikan diri. 5.Orang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat). 6.Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya. 7.Orang perempuan yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung. 8.Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya. 9.Orang-orang yang suka makan riba’. 10.Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.”
Azab tinggalkan shalat Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda : “Barangsiapa yang mengabaikan shalat secara berjamaah maka Allah S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang berbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan diberikan semasa di dunia antaranya : 1.Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya. 2.Allah S.W.T mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya. 3.Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya : 1.Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut. 2.Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar. 3.Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.
Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya : 1.Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat mengerikan. 2.Kuburnya akan menjadi cukup gelap. 3.Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya : 1.Hisab ke atasanya menjadi sangat berat. 2.Allah S.W.T sangat murka kepadanya. 3.Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka. Khasiat shalawat Kepada Nabi SAW Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku. Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.” Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang bersalawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.
KAROMAH AYAT KURSI
Ayat Kursy memiliki banyak keistimewaan. Dan sajian berikut ini mengupas tentang 10 karomahnya. Seperti apa rahasianya…?
Menurut kalangan ulama salaf, ayat Kursy merupakan salah satu ilmu tertinggi dalam pencapaian derajat. Wilayah, karomah serta mu’jizatnya ansabul ilmi dengan suatu penafsiran, tidak ada ilmu lain yang menyamai akan rahmat serta salamnya. Karena ayatul Kursy tercipta sebagai suatu puncaknya alam, yaitu Arsy (langit ketujuh) dan sebagai ilmu teragung. Yang mana, Allah SWT menurunkannya pada seorang hamba yang agung pula, yaitu utusan akhiru zaman, Rasulullah Muhammad SAW.
Dari zaman ke zaman, ayatul Kursyi selalu dibaca oleh seluruh umat, misalnya dalam suatu tadarus Al-Qur’an, dzikir bersama, serta dalam upaya pendekatan diri kepada sang Khaliq. Dalam sebuah arti ritual, asma ayatul Kursy mempunyai suatu kunci sebagai pembukanya. Demikian menurut para masyaikh, mursyid serta para ahlul ghoib.Sebagai kunci ayatul Kursyi, adalah sanadnya, atau silsilah, tawassul serta hadoroh, karena dari Nabiyullah Muhammad SAW, ayatul Kursyi turun temurun dipegang oleh para khosois pilihannya. Hingga suatu karomah ilmu tersebut, tak pernah pupus sampai akhir zaman.
Runtutan ilmu ayatul Kursyi adalah sebagai berikut :
1. Tawasul.
2. Ayat Kursy.
3. Do’a.
DO’A AYAT KURSI
ALLOHUMMA INNI AS’ALUKA BIHAKIKAL ADZIM,WABIHAKKI NURI WAJHIKAL KARIM, WABIHAKKI HADZIHIL AYATIS SYARIFAH, WABIHAIBATI HADZIHIL AYATIS SYARIFAH,WABI MANZILATI HADZIHIL AYATIS SYARIFAH,WABIFADLI HADZIHIL AYATIS SYARIFAH (ANTUL HIMANI ILMAN LADUNIAN NAFI’AN WADDUNYA WAL AKHIROH),INAKA ALA KULLI SYAI’IN QODIR, WABIL IJABATI JADIR. WASOLLOHA WASALAM ALA KHOIRI KHOL KIHI MUHAMMADIN WA’ALA ALIHI WASOH BIHI WASALLAM WALAHAMDULILLAHI ROBIL ‘ALAMIN.
Dalam suatu amaliyah, ilmu ayatul Kursyi terbagi menjadi 5, yaitu: 7 hari, 17 hari, 21 hari, 31 hari, dan 41 hari. Semua itu tergantung dari niatan dan keikhlasan dari seorang ritualis itu sendiri di dalam memilih arti tirakat di atas. Dan sebagai suatu kuncinya, maka, siapkanlah terlebih dahulu Buhur Ambar.
Karena buhur tersebut aroma wanginya sangat disukai oleh Naibiyullah Muhammad SAW, tak pelak, secara turun temurun buhur tersebut selalu dipakai para khosois ahli batin sebagai salah satu syarat dan sunnatur rosul.
Adapun Ayatul Kursy sendiri memiliki 10 macam keistimewaan, yakni:
1. Sarana pengasihan diri
Jika menginginkan suatu “raja asihan” ratu pelet jagat buana, baiknya melakukan dengan puasa BILA RUHIN (tanpa makan yang bernyawa) selama 7 hari atau 17 hari lamanya. Dan untuk menjadi “raja asihan” maka lakukanlah tata cara sebagai berikut: -Sebelum melaksanakan ritual di atas, sebaiknya sholat hajat terlebih dahulu dua rakaat. Dan sesudahnya bakar buhur ambar sebagai suatu syarat sunnatur rosul. -Baca tawasul terlebih dahulu. Baru kemudian baca ayatul Kursy sebanyak 41x diteruskan dengan doanya sebanyak 21x -Setelah selesai ritual, bakar buhur ambar kembali, dan asapi kedua telapak tangan diatasnya sekitar 1 menit kemudian sapukan kedua telapak tangan tersebut ke wajah. Tentunya, cara ini sebagai suatu sarana magis pembuka aura ketampanan maupun kecantikan. -Paling baik ritual dilakukan pada pukul 23.00.
2.Ilmu pelet jarak jauh Panah asmara bisa dibuktikan secara langsung hasilnya dengan ketentuan sebagai berikut: Carilah daun nangka tunggal, tegasnya, daun yang hanya satu helai di dalam satu tangkai. Biasanya, daun jenis ini banyak terdapat pada tangkai buah nangka yang sudah tua atau akan matang serta berwarna agak menguning. Carilah daun itu sebanyak mungkin hingga sebuah ritual maha dahsyat pun siap dilaksanakan; -Tulis nama lengkap orang yang akan dituju berikut nama orang tuanya di atas daun nangka tersebut. -Bakarlah buhur ambar, dan asapilah daun nangka tersebut sambil dibolak-balik sekitar 1 menit. -Bacalah tawassul terlebih dahulu, kemudian diteruskan dengan membaca ayatul Kursy sebanyak 121 x, lalu ditutup dengan doa sebanyak 41x. Untuk pembuktian terkena atau tidaknya sasaran yang dituju, maka, celupkan daun nangka yang sudah dirituali ke minyak tanah, solar, atau bensin. Kemudian bakar! Jika daun terbakar habis, maka, ilmu pelet itu belum mengenai sasarannya. Tapi, bila hanya terbakar separuh, itu pertanda ilmu pelet telah mengenai sasarannya.
3.Untuk media penyembuhan Ambillah satu botol air mineral dengan tata cara sebagai berikut : -Bakar buhur ambar -Peganglah botol air mineral dengan kedua tangan. -Bacalah sanad atau tawassul terlebih dahulu. Lalu mohonkan suatu kesembuhan pada sang Kholiq secara tulus dan ikhlas. -Bacalah ayatul Kursy berulang-ulang, sambil pikiran terfokus pada air mineral tersebut sampai adanya suatu perubahan. Dengan kata lain, kita akan merasakan suatu hawa dingin pada air mineral yang kita pegang. Seolah air tersebut diberi es di dalamnya. Bila sudah begitu, maka, teruskan dengan membaca do’a sebanyak 3x.
4.Memperlancar rizqi Coba ikuti kiat berikut ini: -Setiap usai sholat fardhu dawamkanlah ayatul Kursy. -Tawassul (seikhlasnya) ayatul Kursy 11x dan doanya 7x, lakukan cara tersebut setiap hari. Insya Allah, suatu kerezekian maha dahsyat akan mengiringi hidup Anda.
5.Zimat pagar ghoib Pagarlah rumah atau tempat usaha Anda dengan sarana magis ayatul Kursy. Dengan cara sebagai berikut : -Tulislah dalam sehelai kertas, dari tawassul ayatul Kursy hingga sampai kedoanya dengan tinta ja’faron super, dan tempelkan di atas pintu rumah. Niscaya akan aman dari marabahaya bersifat hitam.
6.Azimat kerezekian Sebagai penarik rizki 4 penjuru mata angina. Lakukan cara seperti No. 5 di atas. Dan masukkan azimat tersebut pada laci uang di toko/warung Anda. Insya Allah, suatu keberuntungan akan selalu menyertai.
7.Sarana kecerdasan akal -Ambil kemenyan Arab putih sebesar kuku anak-anak, masukkan kemenyan tersebut pada air susu panas. -Bakar buhur ambar, lalu bacalah tawassul sebagai suatu kunci, kemudian diteruskan dengan membaca ayatul Kursy 3x, serta doanya 3x. 8.Sarana penarik mimpi Bagi muda-mudi yang sedang dilanda asmara, tentunya amatl ingin bila sang pujaan hati selalu memimpikan kita. Dan semua itu bisa terlaksana dengan suatu kiat sebagai berikut : -Ambil satu daun sirih (langsung dipetik dari pohonnya), kemudian tulis nama yang akan dituju berikut nama kita sendiri di atas daun sirih tersebut. -Bakar buhur ambar dan asapi daun sirih magis tersebut. -Baca tawassul, lalu ayatul Kursy sebanyak 17x ditutup dengan doa sebanyak 7x. Setelah selesai letakkan daun sirih magis itu di bawah bantal untuk ditiduri. Niscaya, dalam hitungan jam, sang pujaan hati pun akan memimpikan kita.
9.Selamat dari suatu masalah -Ambil garam kasar yang masih murni, masukkan dalam segelas air putih. Kemudian tulis nama-nama orang yang bermasalah dengan kita, dan masukkan ke dalam air garam tersebut. -Bakar buhur ambar dan asapilah air garam di atasnya sekitar menit. -Baca tawassul seikhlasnya, lalu diteruskan dengan membaca ayatul Kursy sebanyak 21x, kemudian doa 11x. -Buang air garam tersebut di depan pintu rumah kita. Niscaya orang yang punya masalah akan enggan atau malas menagihnya. 10. Sebagai sarana pengisian benda bertuah Untuk spirituallis ilmu ayatul Kursy yang menginginkan suatu pengisian kedigjayaan ataupun lainnya, ada baiknya mengikuti cara sebagai berikut : -Puasa bila ruhin (tanpa makan yang bernyawa) selama 17 hari. -Setiap jam 23.00, sholat hajat 2 rakaat, sesudahnya bakar buhur ambar sebagai sarana dan sunnaturrosul. -Baca tawassul seikhlasnya. Lalu baca ayatul Kursy sebanyak 121x, dan doanya sebanyak 41x, lakukan cara seperti di atas selama 17 malam berturut-turut. -Sebagai sarana pengisian atau yang ingin diisi, ambil batu akik, kulit kijang, macan, gaman, dan lain sebagainya. -Bakar buhur ambar dan asapi benda yang akan kita isi di atasnya + 5 menit, lalu masukkan benda tersebut pada segelas air putih. -Baca ritual seperti diatas dengan hitungan ayatul Kursy sebanyak 21x dan doanya 11x, bila sampai di (….) hilangkan kalimat di dalamnya, diganti dengan tujuan pengisian.
Untuk membuktikan masuk atau tidaknya suatu pengisian, maka, lakukan cara sebagai berikut : -Ambil benda yang sudah diisi. Lalu carilah kamar kosong dan tutup pintu kamar tersebut. -Untuk penerangan, cukup nyalakan sebatang lilin dan letakkan di lantai. -Mulailah duduk bersila + 1 meter dari nyala lilin. -Fokuskan mata kita ke api lilin + 30 menit. Pada saat ini, mata jangan sekali-kali terpejam. Bila waktu sudah dianggap cukup, ambil benda yang barusan diisi dan tatap seperti halnya waktu menatap api lilin tadi. Bila benda tersebut memendarkan cahaya berkunang-kunang dan mempunyai warna hijau, kuning, putih, hitam maupun merah, semua itu sudah menandakan isian yang tadi dilakukan sudah masuk ke dalamnya. Dan itulah yang disebut dengan isian PAMOR MAGIS.
Demikianlah 10 keutamaan ayat Kursy menurut yang pernah penulis pelajari dari beberapa orang guru. Karena alasan teknis, memang ada beberapa bagian yang terpaksa penulis tidak beberkan dalam sajian ini. Semoga bermanfaat.
BAGIAN 2
Nah, sebelum membahas lebih jauh, Penulis akan bedarkan terlebih dahulu dasar-dasar yang ada pada karomah Ayat Kursy, sehingga dengan pemahaman yang cukup jelas ini anda tidak akan ragu untuk mengamalkannya.
Dalam pandangan ahli kebathinan, Ayat Kursy disebut-sebut pula dengan istilah Ummul Ilmi atau induknya ilmu. Sedangkan menurut Ahli Hikmah menyebut Ayat Kursy sebagai Ummul Mahabbah atau inudknya pengasihan. Sedangkan yang terakhir menurut ahli mistik kejawen, mereka menyebut Ayat Kursy dengan istilah Segoro Ilmu atau lautnya ilmu.Memang, dengan banyaknya manfaat yang terkandung dalam ayat Al kursy, maka tidak heran bila sejak zaman dahulu kala hingga sekarang ini para ahli kebathinan berlomba ingin mendapatkan intisari kekuatannya. Namun bagaimanapun juga, Ilmu Ayatul kursy tidak mudah kita peroleh dangan hanya mengamalkan atau sekedar membacanya. Ilmu Ayatul Kursy ini punya sanad muttasil atau garis silsilah turun temurun yang tetap dijaga, sehingga dengan kemuttasilannya, Ilmu Ayatul Kursy menjadi salah satu ilmu paling mustajabah di muka bumi. Berikut Penulis akan beberkan sanad atau silsilah turun temurun amalan Ayat Kursy yang sampai sekarang masih dilestarikan sehingga akan ada manfaat dan karomahnya. Pertama kali amalan ini tercetus dari baginda Rasulullah SAW, lalu Beliau mengijazahkannya pada Nabiyullah KHidir AS. Khidir mengijazahkannya kepada tiga orang Quthbul Mutlak, yakni Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, Syeikh Abil Qosim Al Bagdadi, dan Syeikh Abu Hasan Assyadzili.
Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani mengijazahkan secara ruhaniyyah kepada Syeikh Syarief Hidayatulloh dan Mbah Kuwu Cakra Buana. Syeikh Syarif Hidayatulloh akhirnya mengijazahkan kepada putranya, Pangeran Cirebon.
Nah, dari sini silsilah amalan ini sempat putus dan baru ada setelah selang 154 tahun, yaitu dari Syeikh Abdul Baqir yang menerimanya lewat hawatif yang diberikan langsung oleh Sunan Gunung Jati Cirebon. Akhirnya, dari sinilah amalan ini turun temurun diijzahkan hingga sampai sekarang.
Penulis lanjutan lagi silsilah amalan Ayatul Kursy lewat Syeikh Abdul Baqir, dengan runutan sebagai berikut:
Syeikh Abdul Baqir-Syeihk Majegung Sekti-Syeikh Abdul Lathif-Kan’an bin Nawawi-Muhammad Suyuti- Ahmad Al Idrus-Kyai Bukhori-Kyai Martapada- kyai Jani Kusuma diningrat- Abah Thosin- Abah Inu- Abah Hud- Abah Ilyas-Kyai Burhan- Kyai Nawawi dan yang terakhir adalah Idris Nawawi (Penulis).
Namun, sebagai ta’dzim watahriman atau menghormati para ahlillah, Anda yang ingin melestarikan amalan ini tidak perlu semua pengijazah diatas dibaca, cukup memulai tawassul seperti berikut ini:
-Ila hadrotin nabiyyil musthofa rosulillahi SAW, Al Fatihah 1x.
-Tsumma ila hadroti ashabihi minal ambiya’i wal mursalin wa a khussu khossotan, ila hadrotin nabiyalloh ilal Abbasil Hidir Baliya bin Malkan As, waila hadroti syeikh Muhyiddin Abdul Qodir Al Jaelani Qoddasallohu sirrohuma wa ‘a’ada alaiya mimbarokatihima wakaromatihima wa ulumihima wamiddana bimada dadihima syaiun lillahi lahuma walahum Al Fatihah 3x. -Tsumma ila hadroti syeikh Syarif Hidayatulloh, wambah Kuwu Cakra Buana, wakhodamus syarifah min ahli masjid agung Kesepuan Cirebon, Qoddasallohu sirrohuma wa ‘a’ada ‘alaiya mimbarokatihima wakaromatihima wa ulumihima wamiddana bimada dadihima syaiun lillahi lahum Al Fatihah 1x.
-Tsumma ila hadroti Abil Qosim Al Bagdadi, waila hadroti Abul Hasan Assyadili, wa Abul Abbas Al Jahri Baliya Bin malkan, waila hadroti syeikh Abdul Qodir Al Jaelani waila hadroti syeikh Syarif Hidayatulloh wambah Kuwu Cakara Buana, wa kyai Bukhori, syaiun lillahi lahum Al Fatihah 7x.
Setelah ini, baca ayat kursy dan sesudahnya berdoa seperti yang Penulis tulis sebelumnya.
Untuk pengamalan ayatul Kursy, paling baik dipuasai selama 41 hari dengan buka dan sahur bilaruhin (tidak makan yang bernyawa). Namun bila tidak kuat dalam melaksanakan puasa yang cukup lama ini, Anda bisa mengurangi puasanya dengan hitungan sebagai berikut: 41/ 31/ 21/ 17/ 11/ 9/ 7 hari. Terserah berapa hari yang Anda mampu dan inginkan. Disini tentunya kekuatan dari karomah yang ada akan bervariasi tergantung lamanya Anda berpuasa. Tapi yang paling penting dan perlu diingat, berapapun lamanya Anda berpuasa, buka dan sahur harus dengan cara bilaruhin atau tidak makan yang bernyawa. Dan untuk bilangan ayatul Kursy yang harus Anda baca di setiap malam paling sempurna 333x. Tapi bila tidak kuat boleh dengan bilangan yang lebih rendah, yakni: 331x/ 221x/ 121x/ 77x. Sedangkan doa yang harus dibaca, Anda boleh memilih banyak tidaknya tergantung dari keihlasan hati, yaitu boleh dibaca sebanyak 41x/ 31x/ 21x/ 11x.
Nah, sebagai kesempurnaan dalam melaksanakan ritual Ilmu Ayatul Kursy, amalanya ini harus selalu dibaca secara istikomah setiap pukul 23.00 atau lebih, sampai dengan selesainya puasa.
Bila anda sudah melakukan tirakat yang Penulis sebutkan tadi, Anda bisa buktikan langsung manfaatnya, terutama dalam hal pengasihan. Karena Penulis sendiri sejak tahun 1995 sudah digembleng oleh sang guru, yaitu diharuskan puasa Ilmu Ayatul Kursy selama 41 hari dan diulang sebanyak 3x = 123 hari. Namun sekali lagi Penulis katakan, bahwa kuat tidaknya ilmu ini tergantung dari lama tidaknya Anda berpuasa dan mengamalkannya.
Nah, bagi yang mengikuti puasa 41 hari serta mengamalkan paling banyak, coba buktikan sendiri. Hasilnya pasti luar biasa. Tanpa sadar kita akan bisa berhubungan langsung dengan para goib, bisa mengobati penyakit secara spontan, bisa meracik sarana pengasihan secara permanen, bisa mengisi gaman dan pusaka kapanpun kita mau, bisa mengambil pusaka tanpa harus gerak, dan yang paling mencengangkan dalam manfaat ilmu ini kita akan terus disukai lawan jenis di manapun kita berada.
Kini, semua tergantung para pengamal. Bila Anda sekalian mau mengikuti kesempurnaan dari tirakat yang sudah kami bedarkan di atas, maka Insya Allah hasilnya akan sangat bermanfaat.
Ilmu ini sangat langka dengan sanad atau silsilah lengkap yang keakuratannya masih sangat terjaga, baik dalam hal karomah maupun manfaat lainnya.
Sebagaimana kisah keberhasilan dari salah seorang tokoh pengijazah yang pernah dituliskan dalam biodatanya, yaitu sebuah sanjungan dari kidung Jawa yang dituliskan memakai huruf Arab. Tokoh dimaksud adalah Kyai Burhan, Godong, Demak Jateng (Alm). Dia banyak mengupas tentang kedahsyatan Ayatul Kursy, di antara salah satu tulisannya berbunyi demikian:
“ Ngerti ora ngerti kang pasti gerak ngelakoni, wujud ora ketoro yen ora ngumbeni ilmu, agung pisan ilmu ibu rugi kang akeh cangkem mlumah badan ora gerak. Sejatine ilmu agung kang dadi kedelok, sejatine ilmu wujud kang akeh nyoto keagungan, ora rugi ngumbe ilmu iki kang dadi akhir derajat mulyo ing dunya lan gon mati, ilmu kang kesifatan sempurnane alam, urip saking dadi lan mati saking males, godong ijo kang memantes ,kayu kuat kang dadi jogo, akar atos kang dadi pinguat, ora nana kang dadi sempurna kecuali neng jerone Ayatul Kursy, Ars kang dadi lambang paling duwur, saking keagungan kang maha agung.”
Kurang lebih artinya:
“Mengerti maupun tidak mengerti yang pasti kita harus bisa melaksanakan puasa dan tirakat ilmu Ayatul Kursy, karena bagaimanapun juga ilmu ini tidak akan bisa kita dirasakan apabila hanya berdiam diri, ilmu ini sangat agung sebagaimana ilmu bangsa uluhiyah/ raja, sesungguhnya sangat rugi bagi kita yang hanya mengumbar mulut tapi tidak mau melaksanakan arti tirakat, sejatinya ilmu agung pasti akan tampak segala karomah yang bisa kita perlihatkan secara nyata, sejatinya ilmu yang sangat mustajabah dengan segala keagungan yang bisa diwujudkan, sungguh tidak rugi memiliki ilmu ini dengan tirakat dan penebusan dari badan kita sendiri, sebab ilmu ini akan membawa derajat kita selamat dunya dan akherat, ilmu yang mempunyai sifat sempurna dari semua ilmu yang ada di alam buana, ilmu ini akan terus hidup kecuali bagi orang malas yang tidak mau melaksanakan penebusan puasa dan tirakat, ilmu yang menjadi kesempurnaan, ilmu yang menjadi tameng dari segala marabahaya, ilmu yang menjadi perisai paling kokoh dalam sanubari dan ruhaniyyah kita, karena sesungguhnya tidak ada yang sempurna kecuali karomah ayatul kursy, Ars yang menjadi nama dari ilmu ini dan Ars pula derajat tertinggi dari semua derajat, sesungguhnya ilmu ini sangat agung dari semua yang dianggap agung”
Dalam sejarah hidupnya, Kyai Burhan ini sangat terkenal sekali di kalangan sufi dan ahli taraket Jawa akan derajat kewaliyannya. Semasa hidupnya sang Kyai tidak pernah meninggalkan amalan Ayatul Kursy ini hingga akhir usia. Karena itulah almarhum diberi karomah oleh Allah SWT, lewat wasilah ilmu Ayatul Kursy hingga menjadi seorang yang memiliki kelebihan tinggi, diantaranya: Bisa menciptakan uang secara kontan, bisa merubah daun dan benda lainnya jadi emas, dan yang paling masyhur bisa mendatangkan batu merah delima dalam satu hari sebanyak 110 biji.
Disisi lain, sang Kyai juga terkenal dengan ketepatannya dalam berhitung, seperti saat dia menghitung jatuhnya dedaunan di seluruh wilayah Demak dalam kurun satu hari, waktu itu dengan 2004 personil yang dikerahkan untuk memungut daun yang jatuh sekaligus menghitungnya. Ternyata apa yang diucapkan oleh Kyai Burhan ini sangatlah tepat…. Kini terserah para Pembaca mau tidaknya menjalankan Ilmu Ayatul Kursy yang didalamnya sarat akan manfaat dan faedah. Bagi Anda yang bersungguh sungguh tentunya akan membawa suatu keberuntungan hidup yang lebih baik dikemudian hari. Semoga bermanfaat!!. @@@
Surah al-Fatihah adalah surah pertama di dalam mashaf Uthmani walaupun ia bukan pertama diturunkan. Mengikut riwayat diturunkan 2 kali, pertama di Mekah dan kemudian di Madinah. Isi kandungannya mencakupi seluruh maksud al-Quran, maka kerana itu di letak di awal mashaf. Selain itu perletakan di awalnya adalah petunjuk dari Nabi SAW kepada para sahabat. Surah al-Fatihah ini jikalau diulang-ulang semakin terasa ketenangannya. Menakjubkan walaupun 7 ayat tapi tidak jemu dibaca berulang kali. Itulah mukjizat al-Quran.
Banyak cara untuk mengambil khasiat surah al-Fatihah. Diantara cara yang pernah saya pelajari, saya kongsikan sebagai menambah wawasan semua. Bukan berniat menyombong diri atau mendedah diri kepada penuduh syirik (terima dengan hati yang lapang, kalau tidak suka silakan menyepi dari blog ini.)
Cara Pertama:
1. Puasa sunat 7 hari.
2. Malamnya wajib mewiridkan surah al-Fatihah sebanyak 333x. Semuanya berjumlah 2331x.
3. Mesti dalam satu majlis. Maksudnya saat memulai berwirid harus sampai khatam dan tidak berhenti, minum air kemudian sambung lagi.
4. Lakukan dengan benar, insya Allah dirasakan manfaatnya.
Cara Kedua:
1. Baca surah al-Fatihah setiap selepas sholat fardhu selama 7 hari.
2. Pada hari pertama dibaca 1x selepas solat. Diikuti hari kedua dibaca 2x selepas sholat. Begitulah seterusnya sampai hari ketujuh 7x baca selepas sholat.
3. Kemudian diamalkan 35x setiap hari selepas khatam.
Cara Ketiga:
1. Puasa sunat 7 hari.
2. Malamnya wiridkan setiap satu-satu ayat dari surah al-Fatihah sebanyak 1000x.
3. Malam pertama dibaca (ِميِحَّرلا ِنَمْحَّرلا ِهَّللا ِمْسِب) sebanyak 1000x, begitulah seterusnya malam ketujuh ayat (َنيِّلاَّضلا لاَو ْمِهْيَلَع ِبوُضْغَمْلا ِرْيَغ ْمِهْيَلَع َتْمَعْنَأ َنيِذَّلا َطاَرِص) sebanyak 1000x.
Begitulah antara beberapa cara untuk mendapat fadhilat surah al-Fatihah.
MUDAH-MUDAHAN DAPAT BERMANFAAT . @@@
KEUTAMAAN MALAM JUM’AT DAN HARI JUM’AT
Malam Jum’at adalah malam yang paling utama, harinya adalah hari yang paling
utama dari semua hari.
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya malam Jum’at dan harinya adalah 24 jam
milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam ratus ribu orang yang
diselamatkan dari api neraka.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang mati di antara matahari
tergelincir hari Kamis hingga matahari tergelincir hari Jum’at, Allah melindunginya
dari siksa kubur yang menakutkan.”
Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Malam Jum’at dan hari Jum’at
mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi
ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan semua
yang haram. Karena di dalamnya Allah swt melipatgandakan kebaikan, menghapus
kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan malamnya. Jika kamu
mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya
Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan
menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha
Mulia.”
Dalam hadis yang mu’tabar, Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata: “Sesungguhnya orang
mukmin yang memohon hajatnya kepada Allah, Ia menunda hajat yang dimohonnya
hingga hari Jum’at agar ia memperoleh keutamaan yang khusus (dilipatgandakan
karena keutamaan hari Jum’at).”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ketika saudara Yusus meminta kepada
Ya’qub agar ia memohonkan ampunan untuk mereka, ia berkata, Tuhanku akan
mengampunimu. Kemudian ia mengakhirkan istighfarnya hingga dini hari Jum’at
agar permohonannya diijabah.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika malam Jum’at tiba semua binatang laut
dan binatang darat mengangkat kepalanya seraya memanggil dengan bahasanya
masing-masing: Wahai Tuhan kami, jangan siksa kami karena dosa-dosa anak cucu
Adam.”
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Allah swt memerintahkan kepada
Malaikat agar pada setiap malam Jum’at ia menyeru dari bawah Arasy dari awal
malam hingga akhir malam: Tidak ada seorang pun hamba mukmin yang berdoa
kepada-Ku untuk keperluan akhirat dan dunianya sebelum terbit fajar kecuali Aku mengijabahnya, tidak ada seorang pun mukmin yang bertaubat kepada-Ku dari dosadosanya
sebelum terbit fajar kecuali Aku menerima taubatnya, tidak ada seorang pun
mukmin yang sedikit rizkinya lalu ia memohon kepada-Ku tambahan rizkinya
sebelum terbit fajar kecuali Aku menambah dan meluaskan rizkinya, tidak ada
seorang pun hamba mukmin yang sedang sakit lalu ia memohon kepada-Ku untuk
kesembuhannya sebelum terbit fajar kecuali Aku memberikan kesembuhan, tidak ada
seorang hamba mukmin yang sedang kesulitan dan menderita lalu ia memohon
kepada-Ku agar dihilangkan kesulitannya sebelum terbit fajar kecuali Aku
menghilangkannya dan menunjukkan jalannya, tidak ada seorang pun hamba yang
sedang dizalimi lalu ia memohon kepada-Ku agar Aku mengambil kezalimannya
sebelum terbit fajar kecuali Aku menolongnya dan mengambil kezalimannya;
Malaikat terus-menerus berseru hingga terbit fajar.”
Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Sesungguhnya Allah swt memilih Jum’at, lalu
menjadikan harinya sebagai hari raya, dan memilih malamnya menjadi malam hari
raya. Di antara keutamaannya adalah orang yang momohon hajatnya kepada Allah
Azza wa Jalla pada hari Jum’at Allah mengijabahnya; suatu bangsa yang sudah
layak menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum’at Allah pasti
menyelamatkan mereka darinya. Tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan
utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum’at. Karena itu, malam Jum’at
adalah malam yang paling utama, dan harinya adalah hari yang paling utama.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: ” Jauhilah maksiat pada malam Jum’at,
karena pada malam itu keburukan dilipatgandakan dan kebaikan dilipatgandakan.
Baransiapa yang meninggalkan maksiat kepada Allah pada malam Jum’at Allah
mengampuni semua dosa yang lalu, dan barangsiapa yang menampakkan
kemaksiatan kepada Allah pada malam Jum’at Allah menyiksanya dengan semua
amal yang ia lakukan sepanjang umurnya dan melipatgandakan siksa padanya
akibat maksiat itu.”
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu semua hari,
di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan,
mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajathajat
yang besar. Hari Jum’at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang
yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon
perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya,
kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati
pada hari Jum’at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya
dalam keadaan aman.Tidak ada seorang pun yang meremehkan apa yang
diharamkan oleh Allah dan menyia-nyiakan hak-Nya, kecuali Allah berhak
mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam kecuali ia bertaubat.”
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Tidak ada terbit matahari yang lebih
utama dari hari Jum’at, dan sesungguhnya pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini, ia mengucapkan salam, salam kebaikan
dan kedamaian.”
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika kalian memasuki hari Jum’at, maka
janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari
pengampunan bagi hanba hamba Allah; pada hari Jum’at dan malam Jum’at Allah
menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada
mengambilnya dalam waktu yang singkat.” (Fafâtihul Jinân, bab 1, pasal 4, halaman
28-38 ).
RAHASIA GERAKAN SHALAT
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan
manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah, serta
dilakukan secara istikamah.
Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas
menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan
memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu
melaksanakan shalat dengan cepat.
Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam.
Rasul berkata pada pria itu, “Sahabatku, engkau tadi belum shalat!”
Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke
tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat
dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat “gaya” shalat seperti itu.
Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah
SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, “Sahabatku, tolong ulangi lagi
shalatmu! Engkau tadi belum shalat.”
Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan.
Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya
dengan gaya shalat yang sama.
Namun seperti “biasanya”, Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi
shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah
yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat
dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!”
“Sahabatku,” kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, “Jika engkau berdiri untuk
melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat
dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang
(thuma’ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.
Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu.”
Kisah dari Mahmud bin Rabi’ Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam
Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar “benar”
gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.
Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti
dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang
akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan
jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus
menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan
kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap
“tidak shalat” orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).
HIKMAH GERAKAN SHALAT
Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek “olah
rohani” yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau “jalinan komunikasi” antara
hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan
bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar,
tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).
Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan
bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem
keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak,
mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus
di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam
tubuh (arteri jantung).
Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. “Jika
engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.”
Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar
dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan
ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.
Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat kita
mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan
aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian
otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehinggakedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Apa
maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat
kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf
sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan
tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang.
Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga
kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan
mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.
“Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak.” Apa maknanya? Saat berdiri dari
dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian
pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini
dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara
tiba-tiba.
“Selepas itu, sujudlah dengan tenang.” Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar
dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala,
termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif
untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena
jantung koroner dapat diminimalisasi.
“Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang.” Apa maknanya? Cara
duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf
keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha
dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!
Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan,
termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah
anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Wallaahu a’lam.
RAHASIA KALLAMULLAH
(1) BISMILLAH (Dengan Nama Allah)
Barangsiapa membaca sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, nescaya terpelihara dari godaan dan gangguan syaitan, dari bencana manusia dan jin, daripada kecurian dan kebakaran, dan daripada kematian terkejut. Dan barang siapa membaca sebanyak 50 kali diahadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada pembaca.
(2) SURAH AL-FATIHAH (Pembukaan)
Barangsiapa membacanya sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunatnya, nescaya permintaannya di perkenankan, jika sakit lekas sembuh dan nescaya dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh. Barang siapa membaca 20 kali sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu, nescaya rezkinya dilapangkan oleh Tuhan dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya. (3) AYAT AL-KURSI (Kekuasaan Allah)
Barangsiapa membacanya sekali selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya terpelihara dari tipudaya dan ganguan syaitan. Dengan membacanya, seorang yang miskin akan menjadi kaya, dan jika dibaca ketika hendak tidur nescaya akan terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman. Barangsiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya. Barangsiapa berwudhuk lalu membaca sekali, nescaya Allah Akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat.
Dan tersebut dalam hadist yang lain :
Barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, nescaya Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga kesubuh, dan mengurniakan kota nur menurut bilangan rambut dibadannya. Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid.
Hadist yang lain mengatakan:
Barangsiapa membacanya selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya akan terpelihara dari kekerasan malakul-maut, dan Allah sendiri yang mencabut rohnya, dan dia akan dibangkitkan bersama para Mujahid yang berjihad beserta para Anbiya hingga ia gugur mati Syahid.
Imam Jaafar Shadiq r. a. mengatakan:
Barangsiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaranduniawi, yang terkecil sekali ialah kemiskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka.
(4) SURAH AL-BAQARAH (Sapi Betina) .
Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah ini (Amanarrasulu) sebelum tidur, ia akan terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya. (5) SURAH ALI-IMRAN (Keluarga Imran)
Barangsiapa membaca tiga ayat yang pertama dari surah ini, Nescaya ia akan mencapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin. (6) SURAH AN-NISSA’ (Perempuan)
Barangsiapa yang membaca ayat yang ke 75 dari surah ini, nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.
(7) SURAH AL-MAIDAH (Hidangan)
Barang siapa membaca ayat yang ke 7 dari surah ini, sebanyak yang mungkin selama 3 hari berturut -turut, insya Allah akan terselamat dari was-was semasa wudhu dan sembahyang. Barang siapa membaca ayat 89 hingga ayat 101dari surah ini, keatas air lalu diberi minum kepada orang yang bercakap dusta, nescaya ia tidak akan bercakap dusta lagi.
(8) SURAH AL-AN’AM (Binatang Ternak)
Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali, nescaya akan terhindar dari segala bala bencana. Jika ayat 63 dan 64 dari surah ini, dibaca oleh penumpang kapal, ia akan terselamat dari karam dan tenggelam.
(9) SURAH AL-A’RAAF (Benteng Tinggi)
Barang kali membaca ayat 23 dari surah ini, selepas tiap-tiap sembahyang fardhu, lalu beristighfar kepada Allah, nescaya akan terampun segala dosanya. Barang siapa membaca ayat 47 dari surah ini, ia akan terpelihara dari kekacauan para penzalim serta ia akan mendapat rahmat Allah.
(10) SURAH AL- ANFAL (Rampasan)
Barang siapa membaca ayat 62 dan 63 dari surah ini, nescaya dia akan di cintai dan dihormati oleh sekalian manusia.
(11) SURAH AL-BARAAH (AT-TAUBAH) (Pemutus perhubungan)
Barangsiapa membacanya, nescaya akan terselamat dari kemunafiqan dan akan mencapai hakikat iman. Barang siapa membaca ayat 111 dari surah ini, dikedai atau ditempat-tempat perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.
(12) SURAH YUNUS (Yunus)
Barangsiapa membaca ayat 31dari surah ini, ke atas Perempuan yang hamil, nescaya ia melahirkan anak dalam kandungannya itu dengan selamat. Barangsiapa membaca ayat 64 dari surah ini, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk dan mengigau.
(13) SURAH AL-HUD (Hud) .
Barang siapa membaca, nescaya ia akan mendapat kekuatan dan Kehebatan serta ketenangan dan ketenteraman jiwa. Barang siapa membaca ayat 56 dari surah ini, pada setiap masa, nescaya ia akan terselamat dari gangguan manusia yang jahat dan binatang yang liar. Barang siapa membaca ayat112 dari surah ini, sebanyak 11 Kali selepas tiap-tiap sembahyang, nescaya akan mencapai ketetapan hati. (14) SURAH YUSUF (Yusuf)
Barang siapa membacanya, akan di murahkan rezekinya dan diberikan kemuliaan kepadanya. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup. Barang siapa membac ayat 68 dari surah ini, nescaya Allah akan mengurniakan kesalehan kepada anak-anaknya.
(15) SURAH AR-RA’D (Petir)
Barang siapa membaca ayat 13 dari surah ini, ia akan terselamat dari petir. Dan barangsiapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya Penyakit jantungnya akan sembuh.
(16) SURAH IBRAHIM (Ibrahim)
Barang siapa membaca ayat-ayat 32 hingga 34 dari surah ini, nescaya anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bida’ah.
(17) SURAH AL-HIJ’R (Batu Gunung)
Barang siapa membaca 3 ayat yang terakhir dari surah ini, ke atas perempuan yang selalu anak kandungannya gugur, nescaya anak kandungannya itu akan terselamat, dari gugurnya.
(18) SURAH BANI ISRAIL (anak-anak Israil)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang bercakap gagap insya Allah akan hilang gagapnya itu. Barang siapa membaca ayat 80 dari surah ini, ketika ia pulang dari perjalanan, nescaya dia akan dimuliakan dan dihormati oleh orang- orang yang setempat dengannya.
(19) SURAH AL-KAHF (Gua)
Barang siapa membacanya, akan terhindar dari kemiskinan dan kepapaan. Barang siapa membacanya pada malam Jumaat, nescaya dia akan mendapat rezeki yang murah.
(20) SURAH MARYAM (Maryam)
Barang siapa membacanya, nescaya akan mendapat kejayaan di dunia dan di akhirat. (21) SURAH THAAHAA (Hai Manusia)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan mengurniakan kepadanya ilmu pengetahuan dan akan tercapai segala maksudnya. Barang siapa membaca ayat-ayat 25 hingga 28 sebanyak 21 kali, tiap- tiap hari selepas sembahyang subuh nescaya otaknya akan cerdas dan akalnya akan sempurna.
(22) SURAH AL ANBIYA (Nabi-Nabi)
Barang siapa membaca ayat 83 dari surah ini, nescaya dia akan mendapat sebesar-besar pangkat di sisi Allah s. w. t .
(23) SURAH AL-HAJ (Haji)
Barang siapa membacanya, Allah akan membinasakan musuh-musuhnya. (24) SURAH AL-MU’MINUN (Orang-orang Mukmin)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang selalu minum minuman keras, nescaya dia tidak akan meminumnya lagi. Barang siapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya perahunya akan terselamat daripada karam danrumahnya akan terselamat dari kecurian dan serangan musuh.
(25) SURAH AN-NUUR (Cahaya)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk. Barang siapa membaca ayat 35 dari surah ini, pada hari Jumaat sebelum sembahyang Asar, nescaya dia akan disegani oleh orang ramai.
(26) SURAH AL-FURQAN (Pembaca)
Barang siapa membacanya sebanyak 3 kali ke atas air yang bersih, lalu air itu dipercikkan di dalam rumah, nescaya rumah itu akan terselamat dari gangguan binatang-binatang yang liar dan ular-ular yang bisa.
(27) SURAH ASY-SYU A’RA (Ahli-ahli Syair)
Barang siapa membaca ayat 130 dari surah ini, sebanyak 7 kali dengan senafas ke atas orang-orang yang digigit oleh binatang-binatang yang berbisa nescaya akan hilang bisa-bisa itu.
(28) SURAH AN-NAML (Semut)
Barang siapa membacanya nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.
(29) SURAH AL-QA-SHASH (Cerita)
Barang siapa membacanya ke atas pekerja-pekerjanya, nescaya Mereka tidak akan mencuri dan mengkhianat. Barang siapa membaca ayat-ayat 51 hingga 55 dari surah ini, Nescaya otaknya akan cergas, akalnya akan sempurna dan budi pekertinya akan halus.
(30) SURAH AL-ANKABUT (Labah-labah)
Barang siapa membacanya, nescaya demamnya akan sembuh. Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari gelisah dan keluh kesah.
(31) SURAH AR-RUM (Rum)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan membinasakan orang yang hendak menzaliminya. (32) SURAH LUQMAN (Luqman)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit terutama dari penyakit-penyakit perut. Barang siapa membaca ayat 31 dari surah ini, nescaya akan terselamat dari bencana banjir.
(33) SURAH AS-SAJ DAH (Sujud)
Barang siapa membaca ayat-ayat 7 hingga 9 dari surah ini, ke atas kanak-kanak yang baru lahir, nescaya ia akan terhindar dari segala- gala penyakit ruhani dan jasmani. (34) SURAH AL-AHZAB (Golongan-golongan)
Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya ia akan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.
(35) SURAH SABA’ (Saba’)
Dengan membacanya, terselamatlah ia dari segala-gala bala bencana, terutamanya dari rosaknya tanam-tanaman.
(36) SURAH FAATHIR (Pencipta)
Barang siapa membaca ayat-ayat 29 dan 30, nescaya Allah Akan memberkati perniagaannya.
(37) SURAH YAASIIN (Hai Manusia)
Nabi kita Muhammad s. a. w bersabda : “Tiap-tiap sesuatu Mempunyai hati dan hati Al-Quran ialah surah Yaasiin.” Yaasiin karena Allah, niscaya akan terampun segala-gala dosanya kecuali dosa syirik..”
Dalam satu hadist yang lain Baginda s. a. w bersabda:
“Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin ke atas pesakit-pesakitmu yang menghadapi sakaratul- maut, nescaya Allah s. w. t akan meringankan kekerasan sakaratul-maut itu.”
Dalam satu hadith yang lain pula Baginda s. a. w bersabda: “Aku ingin benar, agar surah Yaasiin ini dihafaz oleh tiap-tiap umatku.” Barang siapa membacanya sebanyak 41 kali,pasti akan tercapai segala hajat dan cita-citanya. Barang siapa membacanya sebanyak 21 kali pada malam Jumaat, Lalu berdoa istghfar untuk kedua ibu bapanya, nescaya dosa kedua ibu bapanya akan diampunkan oleh Tuhan. Barang siapa membaca sekali ketika membuka kedai atau perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu. Barang siapa membacanya sekali pada awal malam, andaikata ia mati pada malam itu, mesti ia mati syahid. Barang siapa membacanya sekali selepas tiap-tiap sembahyang Jumaat, nescaya ia akan diselamatkan dari siksa kubur. Jika dibacanya oleh seorang askar, ketika ia hendak turun kemedan peperangan, Allah akan mengurniakan kepadanya keberanian dan kegagahan, serta naiklah ketakutan pada musuh-musuhnya. Hikmat-hikmat dan khasiat-khasiat surah Yaasiin ini banyak benar didapati di dalam kitab-kitab hadith tetapi cukuplah setakat ini untuk diamal oleh anda sekalian.
(38) SURAH ASH-SHAAFFAAT (Yang Berbaris)
Barang siapa membacanya, insya Allah in akan terpelihara daripada gangguan jin.
(39) SURAH SHAAD (Shaad)
Dengan membaca ayat 42 dari surah ini, nescaya akan mendapat kebahagian sejati. Insy Allah rakan- rakan semua akan mendapat ‘Sayangilah Diri Anda Sebelum Menyayangi Insan Lain. @@@@

by : http://wongalus.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar